Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak
terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu
kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia
sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang
terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup
berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu
dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
Pengertian Pertumbuhan
Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat bahwa pertumbuhan
pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah
bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedang keseluruhan ada pada
kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh
asosiasi.
Lain halnya dengan pendapat dari aliran psikologis Gestalt tentang pertumbuhan.
Menurut para ahli dan aliran ini, bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi.
Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu adalah proses perubahan secara
perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu
secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang
ada.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pertumbuhan
Dalam membahas pertumbuhan itu ada macam-macam aliran , namun pada garis
besarnya dapat di golongkan menjadi 4 bagian, yaitu :
1. Pendirian
Nativistik
Menurut para ahli pada golongan ini
berpendapat bahwa, bahwa individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor
yang dibawa sejak lahir.
Para ahli pada golongan ini menujukan berbagai
kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang
ayah yang memiliki keahlian dalam bidan melukis maka kemungkinan besar anaknya
juga mewarisi keahlian dalam bidang melukis.
2. Pendirian
Empiristik dan Enviromentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan pendapat
nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata
tergantung pada lingkungan, sedangkan dasar tidak berperan sama sekali.
Jadi, menurut pendirian ini menolak dasar
pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan
konsekuensinya hanya lingkungannyalah yang banyak dibicarakan. Pendirian macam
ini biasa disebut pendirian enviromentalistik. Sehingga dapat dikatakan bahwa
pendirian ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari paham empirisme.
Apabila konsep ini benar akan dihasilkan
manusia-manusia ideal asalkan dapat disediakan kondisi yang dibutuhkan untuk
usaha itu. Tetapi dalam kenyataannya sering dijumpai, banyak diantara anak-anak
dari orang kaya mengecewakan orang tuanya. Karena tidak berhasil dalam belajat,
walaupun fasilitas yang diperlukan telah tersedia secara lengkap dan sebaliknya
pada anak-anak dari orang tua yang kurang mampu sangat berhasil dalam belajar,
walaupun fasilitas belajar yang dimiliki sangat minimal, jauh dari kata
mencukupi.
Menurut faham ini dalam pertumbuhan individu
itu baik dasar maupun lingkungan kedua-dunya memegang peranan penting. Bakat
atau dasar sebagai kemungkinan ada pada masing-masing individu, namun bakat dan
dasar yang dipunyai itu perlu diserasikan dengan lingkungan yang dapat tumbuh
dengan baik.
3. Pendirian
konvergensi dan interaksionisme
Kebanyakkan para ahli mengikuti pendirian
konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkena; yang
sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konvergensi ialah konsepsi
interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi
antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain
dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar/bakat dan lingkungan.
4. Tahap
pertumbuhan individu berdasar psikologi
Pertumbuhan
individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa
fase sebagai berikut :
a) Masa Vital,
yaitu dari 0,0 sampai kira-kira 2 tahun.
b) Masa estetik dari
umur 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
c) Masa
intelektual dari umur 7 tahun sampai kira-kira umur 13 atau 14 tahun.
d) Masa sosial dari
umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira umur 20 atau 21 tahun
Pengertian dan Jenis Fungsi Keluarga
Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang
harus dilakukan. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa
disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau
tugas-tugas yang harus dilaksanakan didalam atau oleh keluarga itu.
Fungsi
Keluarga
Ada lima fungsi yang dapat dijalankan keluarga yaitu :
1). Fungsi biologis
a) Untuk meneruskan keturunan.
b) Memelihara dan membesarkan anak .
c) Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
d) Memelihara dan merawat anggota keluarga .
2). Fungsi psikologis
a) Memberikan kasih sayang dan rasa aman .
b) Memberikan perhatian diantara anggota keluarga .
c) Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga .
d) Memberikan identitas keluarga.
3). Fungsi sosialisasi
a) Membina sosialisi pada anak.
b) Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat
perkembangan anak.
c) Meneruskan nilai-nilai budaya.
4). Fungsi ekonomi
a) Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
b) Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga.
c) Menabung untuk memenuhi kebutuhan -kebutuhan keluarga dimasa
yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua
dan sebagainya.
Ada lima fungsi yang dapat dijalankan keluarga yaitu :
1). Fungsi biologis
a) Untuk meneruskan keturunan.
b) Memelihara dan membesarkan anak .
c) Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
d) Memelihara dan merawat anggota keluarga .
2). Fungsi psikologis
a) Memberikan kasih sayang dan rasa aman .
b) Memberikan perhatian diantara anggota keluarga .
c) Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga .
d) Memberikan identitas keluarga.
3). Fungsi sosialisasi
a) Membina sosialisi pada anak.
b) Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat
perkembangan anak.
c) Meneruskan nilai-nilai budaya.
4). Fungsi ekonomi
a) Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
b) Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga.
c) Menabung untuk memenuhi kebutuhan -kebutuhan keluarga dimasa
yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua
dan sebagainya.
5)
Fungsi pendidikan
a) Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan ,
dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang
dimilikinya.
b) Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang
dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
c) Mendidik anak sesuai dengan tingkat -tingkat perkembangannya.
a) Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan ,
dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang
dimilikinya.
b) Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang
dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
c) Mendidik anak sesuai dengan tingkat -tingkat perkembangannya.
Pengertian
Masyarakat dan Keluarga
1.
Duvall dan Logan ( 1986 ) :
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
2. Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
3. Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) :
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
2. Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
3. Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) :
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Masyarakat (sebagai
terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi
terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang
berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar
dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat
adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam
satu komunitas yang teratur
Golongan
Masyarakat
Masyarakat dapat terbagi menjadi 2, yakni
masyarakat industri dan non industri.
1.
Masyarakat non Industri
Secara
garis besar, kelompoknasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan
kelompok sekunder (secondary group)
a)
Kelompok Primer
Dalam
kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat,
lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”,
sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling
mengenal lebih dekat, lebih akrab. Sifat interaksidalam kelompok-kelompok
primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian
kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan
tugas idak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab
para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok
belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.
b)
Kelompok sekunder
Antara
anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga
kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja
antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional.
Obyektif.
Para
anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian
tertentu, disamping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk
mencapai target dan tujuan tertentu yang telah dif lot dalam program-program
yang telah disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai
politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya.
2.
Masyarakat Industri
Jika pembagian
kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin
tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok
masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri
dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat
diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri,
sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh :
tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik,
ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi
fungsional, makin berkurang pula, ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan
dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin komplek pembagian kerja, semakin
banyak tibul kepribadian individu.
Abad ke-15
sebagai pangkal tolakdari berkembang pesatnya industrialisasi, terutama
didaratan Eropa. Hal tersebut telah melahirkan bentuk pembagian kerja antara
majikan dan buruh. Laju pertumbuhan industri-industri membawa konsekuensi
memisahkan pekerja dengan majikan lebih nyata. Akibatnya terjadi
konflik-konflik yang tak dapat dihindari, kaum pekerja membentuk serikat-serikat
kerja/serikat buruh.
Perjuangan kaum buruh semakin meningkat, terutama di perusahaan-perusahaan besar. Ketidakpuasan kaum buruh terhadap kondisi kerja dan upah semakin meluas. Ketidakpuasan buruh menjadi bertambah, karena kaum industrialis mengganti tenaga manusia oleh mesin-mesin. Dengan demikian, pembagian kerja semakin timpang dan tidak adil.
Perjuangan kaum buruh semakin meningkat, terutama di perusahaan-perusahaan besar. Ketidakpuasan kaum buruh terhadap kondisi kerja dan upah semakin meluas. Ketidakpuasan buruh menjadi bertambah, karena kaum industrialis mengganti tenaga manusia oleh mesin-mesin. Dengan demikian, pembagian kerja semakin timpang dan tidak adil.
Hubungan
Antara Individu Keluaraga Masyarakat
•
Hubungan individu dengan dirinya sendiri
Hubungan individu dengan diri sendiri terdapat 3 sistem kepribadian, yaitu ID ( ES ), EGO dan SUPER EGO. Jika EGO gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari ID dan larangan dari SUPER EGO maka individu akan mengalami konflik batin terus – menerus.
•Hubungan individu dengan keluarga
Hubungan individu dengan keluarga terdiri dari hubungan biologis, psikologis dan social.
• Hubungan individu dengan lembaga
Hubungan individu dengan lembaga terdiri dari nilai – nilai dan norma – norma.
• Hubungan individu dengan komunitas
Hubungan individu dengan komunitas atau sosialisasi terdiri dari penyebaran nilai dan budaya.
• Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat sebagai lingkungan makro terdiri dari sifat – sifat makro ( mencakup komunitas, keluarga, lembaga dan individu ), lebih bersifat abstraksi.
• Hubungan individu dengan nasion atau jiwanya
Nasion adalah suatu jiwa, asas spiritual dan solidaritas yang terbentuk oleh perasaan. Hubungan individu dan nasionnya itu sendiri merupakan posisi dan peranan yang ada pada diri sendiri
*Kesimpulan : Setiap segala sesuatu yang bernyawa bias di sebut sebagai individu yang di mana individu ini akan saling berkaitan dengan lingkungan di sekitarnya, dalam arti lain akan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
Hubungan individu dengan diri sendiri terdapat 3 sistem kepribadian, yaitu ID ( ES ), EGO dan SUPER EGO. Jika EGO gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari ID dan larangan dari SUPER EGO maka individu akan mengalami konflik batin terus – menerus.
•Hubungan individu dengan keluarga
Hubungan individu dengan keluarga terdiri dari hubungan biologis, psikologis dan social.
• Hubungan individu dengan lembaga
Hubungan individu dengan lembaga terdiri dari nilai – nilai dan norma – norma.
• Hubungan individu dengan komunitas
Hubungan individu dengan komunitas atau sosialisasi terdiri dari penyebaran nilai dan budaya.
• Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat sebagai lingkungan makro terdiri dari sifat – sifat makro ( mencakup komunitas, keluarga, lembaga dan individu ), lebih bersifat abstraksi.
• Hubungan individu dengan nasion atau jiwanya
Nasion adalah suatu jiwa, asas spiritual dan solidaritas yang terbentuk oleh perasaan. Hubungan individu dan nasionnya itu sendiri merupakan posisi dan peranan yang ada pada diri sendiri
*Kesimpulan : Setiap segala sesuatu yang bernyawa bias di sebut sebagai individu yang di mana individu ini akan saling berkaitan dengan lingkungan di sekitarnya, dalam arti lain akan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
Pengertian
Urbanisasi dan Proses Terjadinya
Urbanisasi adalah
perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua.
Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan
berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan
penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah
lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan
pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera
dicarikan jalan keluarnya
Ada 2 proses
terjadinya urbanisasi, yaitu :
“Proses
Urbanisasi merupakan Proses Ekonomi”
Negara Sedang Berkembang-
urbanisasi pada negara berkembang dimulai sejak PD II, urbanisasi merupakan
titik tolak terjadinya industri (kebalikan dari negara industri maju)- penduduk
kota meningkat cepat- urbanisasi tidak terbagi rata, semakin besar kotanya,
semakin cepat proses urbanisasinya,adanya konsep “Primate City”
“Proses
Urbanisasi Bersifat Demografi”
Dari uraian
di atas, jelas bahwa sejak PD II, proses urbanisasi di negara berkembang
terjaditerlebih dulu dan kemudian menjadi titik tolak terjadinya
industrialisasi. Pada kenyataannnya,saat ini seperti yang terjadi di Cibinong,
urbanisasi terjadi setelah adanya industri (dibangunnyadaerah-daerah industri
baru). Selain itu pada daerah pinggiran Jakarta dibangun beberapa
daerahindustri yang berfungsi untuk mendukung kegiatan kota Jakarta, selain itu
juga terjadi peningkatan ekonomi wilayah pinggiran tersebut sehingga wilayah
tersebut berangsur-angsur menjadi kota. Oleh karena itu konsep bahwa urbanisasi
merupakan titik tolak terjadinya industrimenjadi kurang tepat karena
sesungguhnya keduanya saling
mempengaruhi.Selain itu telahdisebutkan bahwa urbanisasi adalah proses kenaikan
proporsi jumlah penduduk kota, dalam bukuKota Indonesia Masa Depan Masalah dan Prospek, oleh BN
Marbun, disebutkan bahwa kenaikan jumlah penduduk ini diantaranya disebabkan
oleh:- gejala alami, yaitu kelahiran- masuknya orang-orang yang pindah dari
daerah pedesaan ke perkotaan, ataupun dari daerah perkotaan ke daerah perkotaan
yang lebih besar atau yang disebut migrasi (rural-urban, urban-urban).Kedua hal
ini biasanya disebut sebagai komponen urbanisasi. Dari kedua komponentersebut
biasanya, pengaruh perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan ataupun
perpindahan daeri perkotaan ke kota yang lebih besar akan mempunyai pengaruh
yang lebih besar dibandingkan dengan pengaruh jumlah kelahiran.Banyak orang
berpendapat bahwa alasan utama kepindahan seseorang atau sekelompok orang dari
daerahnya ke tempat lain adalah karena terdorong oleh faktor-faktor penarik
daerahkota atau daerah tersebut serta anggapan dari masyarakat desa bahwa kota
dapat memberikanlapangan/ kesempatan kerja dengan memberikan upah yang besar.
Namun dalam kenyataannyasebagian besar penyebab terjadinya migrasi ini adalah karena
tidak adanya pekerjaan yang sesuaidengan keahlian yang mereka miliki, sehingga
timbul kecenderungan untuk keluar dari desa ataudaerah mereka untuk pindah ke
kota.
Contoh Masalah Sosial Yang Berhubungan
Dengan Perkembangan Individu Dan Keluarga
Keluarga merupakan asal dasar permulaan hidup manusia, karenanya bila terjadi masalah dalam keluarga tentunya akan mempengaruhi keadaan sosial dari anggota keluaganya. contoh dari masalah-masalah sosial terjadi dalam keluarga antara lain
1. Permasalahan perceraian orang tua.
Permasalahan
perceraian orang tua merupakan salah satu masalah sosial dalam keluaga yang
cukup banyak terjadi dilingkungan kita saat ini. Masalah ini akan lebih menekan
keadaan sosial dari anak-anak nya dalam keluarga. Anak yang ayah dan ibunya
berpisah biasanya akan selalu menyendiri atau terkadang anak menjadi susah
dikendalikan, alhasil anak-anak dari keluaga tersebut akan lebih mudah
terpengaruh oleh lingkungan yang berada disekitarnya. Contoh : Bani adalah anak
dari keluarga yang orang tuanya berpisah. Karena hal itu Bani lebih
sering diluar rumah dibandingkan dengan dirumahnya. Sampai-sampai ia membenci
orang tuanya. Ia lebih percaya dengan temannya dibandingkan orang tuanya
sehingga ia terbawa dengan temannya, ia mulai mengikuti temannya seperti
merokok. Dan pada akhirnya ia ikut-ikutan temannya mencoba narkoba sampai
akhirnya ia kecanduan narkoba. Dari contoh tersebut dapat kita simpulkan bahwa
perceraian orang tua merupakan masalah sosial keluarga yang sangat mempengeruhi
mental anak sehingga menjadi lemah dan kehilangan akal sehatnya.
Solusi
: Oleh sebab itu, orang yang mengalami seperti ini harus diberikan
perhatian khusus sehingga tidak terjebak dalam lingkungan sosialnya yang
negatif.
2. Kenakalan
Remaja
Keinginan untuk
melawan (misalnya dalam bentuk radikalisme, delinkuensi,dsb), dan sikap apatis
(misalnya penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran moral generasi tua).
Dampak dari kenakalan remaja ini adalah merugikan fisik dan mental bagi diri
sendiri, membuat resah masyarakat, keberadaan masyarakat tidak dihargai dan
pastinya akan mendapatkan dampak buruk terhadap keluarga yang
bersangkutan.
Solusi :Oleh sebab
itu Untuk itu perlu adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik serta
penanganan yang tepat terhadap remaja dan perlu adanya kerjasama dari remaja
itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar
perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat
dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar