Hubungan Antara Masalah Penduduk Dengan
Perkembangan Kebudayaan
A.Pengertian Penduduk
Pengertian PendudukPenduduk adalah orang-orang
yang berada di dalam suatuwilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku
dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu.
Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempatiwilayah geografi
dan ruang tertentu. Penduduk suatu negara ataudaerahbisa didefinisikan menjadi
dua:
Ø Orang yang tinggal di daerah tersebut
Ø Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.Dengan kata
lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggaldi situ. Misalkan bukti
kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain.
B.Pengertian
Kebudayaan
Budaya atau Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbada budaya dan menyesuiakan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
C. Keterkaitan Penduduk Dengan Budaya
Penduduk dan kebuayaan sangat erat kaitannya dengan
kehidupan. Salah satunya sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama
lain karena dapat saling mempengaruhi. Jika salah
satu nya di pisahkan,maka akan terjadi ketidak seimbangan dalam struktur yang
sudah ada.
D.
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan
Kita telah mengetahui, perkembangan
budaya indonesia selalu mengalami arus naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat
banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal
seperti itulah yang harus kita banggakan karena kita telah menjadi penduduk
indonesiaoleh penduduk Indonesia, tetapi sekarang ini kebudayaan tersebut telah
banyak di lupakan,dan hamper hilang sama sekali. Semakin berkembang nya zaman,
rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini akan berdampak negatif
bagi masyarakat Indonesia.
Semakin lemah nya kebudayaan kita, di
saat itu lah banyak kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sehingga memancing
bangsa kita untuk mengikuti gaya hidup luar, namun hal ini telah di tindak
tegas oleh pemerintah dengan cara menaikkan lagi kebudayaan yang hampir
hilang .
Sebagai
contoh: Batik hasil dari budaya indonesia,
batik ini ternyata tidak hanya diminati oleh bangsa Indonesia,tetapi negara
lain juga meminati nya,seperti: Australia hal itu muncul karena batik telah
diresmikan dan telah ditetapkan oleh UNESCO
sebagai warisan budaya Indonesia.
E. Hubungan Antara Masalah Penduduk dengan
Perkembangan Kebudayaan
Tidak ada kebudayaan
yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan
sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah
kebudayaan. Gerak manusia terjadi oleh karena mengadakan hubungan-hubungan
dengan manusia lain.
Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
- Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
- Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
Gerak tersebut tidak hanya disebabkan oleh jumlah
penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan,
penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan kebudayaan terjadi apabila suatu kelompok
manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan
asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu
dengan lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa
menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Beberapa masalah yang menyangkut proses itu adalah :
- Unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
- Unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima
- Individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur baru
- Ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut
Secara sederhana hubungan antara manusia dan
kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan
objek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan
keduanya? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,
maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu
kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta,
maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa
keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita
lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.
Pada awalnya peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh
terhadap peraturan tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia
tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan
perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam suatu kebudayaan
tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat
dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan
sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Pada kondisi
sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul,
manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan
pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih
cermat.
“ Kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat “ (Selo
Sumarjan dan Soelaeman Soemardi)
refrensi:
- Buku Geografi kelas IX. Penerbit Grafindo Pratama
- Kamanto Sunarto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta:
Lembaga Penerbit FE UI.
- Buku Sosiologi kelas IX. Penerbit Erlangga
-
http://www.babelprov.go.id/content/pertumbuhan-penduduk-di-indonesia-rata-rata-149-tahun
- http://rhahmatbusrijal11.blogspot.com/2012/10/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar